Kamis, 31 Oktober 2013

laporan REKTIFIKASI

REKTIFIKASI

I.            Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan mampu :
Ø  Menjelaskan pengertian kurva baku dan kurva kesetimbangan
Ø  Mebuat campuran biner untuk kurva baku
Ø  Menggambarkan kurva kesetimbangan berdasarkan hasil perhitungan
Ø  Menjelaskan pengertian rektifikasi
Ø  Menghitung jumlah pelat teoritis

II.            Alat dan Bahan yang Digunakan
Alat yang digunakan :
Ø  Tabung reaksi
Ø  Gelas ukur
Ø  Pipet ukur
Ø  Bola karet
Ø  Pipet tetes
Ø  Rak tabung reaksi
Ø  Refraktometer
Ø  Gelas kimia
Ø  Botol obat
Ø  Seperangkat alat rektifikasi

Bahan yang digunakan :
Ø  Aquadest
Ø  Etanol
Ø  Air




III.            Dasar Teori
            Pengolahan reaksi campuran dengan metoda pemisahan termal merupakan suatu teknologi produksi kimia yang krusial, karena energy yang dibutuhkan sangat mahal dan tinggi. Hamper 80 % total kebutuhan energy dalam industry kimia diperlukan pengolahan produk secara termal. Meskipun kebutuhan energy tinggi, rektifikasi ( countercurrent distillation ) adalah salah satu metoda pemisahan yang sering digunakan.
            Pelat teoritis adalah suatu ukuran untuk konsentrasi maksimum yang diharapkan pada pelat dari suatu kolom rektifikasi pada kondisi ideal. Pelat teoritis harus memenuhi kondisi sebagai berikut :
1.      Cairan pada pelat tercampur secara ideal
2.      Fraksi mol dari fasa gas dan fasa cairan konstan
3.      Perubahan panas dan zat diantara fasa gas dan cairan adalah ideal
4.      Kedua fasa dalam keadaan setimbang
5.      Uap tidak membawa tetesan cairan

a.       Penentuan jumlah pelat teoritis pada refluks total menurut Mc. Cabe and Thiele.
Overall mass flux melalui kolom memberikan persamaan :
G = L + D                                                                        (1)
G = aliran gas ,
L = jumalah refluk konstan,
D = discharge current
    
     Pada kondisi diatas overall komponen mudah menguap ( volatile ) adalah :
G.yi = L . Xi + 1 + E . Xe                                                (2)

yi = fraksi mol komponen dalam fasa gas pada pelat i
Xi + 1 = fraksi mol komponen mudah menguap dalam cairan dari pelat ( i+l)
Xe = fraksi mol komponen mudah menguap dalam produk

Subtitusi persamaan 1, diperoleh garis aggregate atau kurva khusus :
yi =  +                                                   ( 3 )
dengan refluk ratio VR
VR =                                                                  ( 4 )
Didapatkan persamaan 5
yi =  . Xi + 1 +  Xe
            Mengerti tentang fasa kesetimbangan adalah dasar teori dalam praktek pokok-pokok pemisahan panas. Tanpa mengenal hokum dasar untuk pemisahan campuran biner, maka tidak akan mungkin mengerti rektifikasi atau distilasi azeotrop.
Bila campuran dipisahkan dengan mengunakan proses termal, panas dan zat biasanya dipindahkan diantara fasa yang saling kontak satu sama lain. Suatu fasa ditentukan sebagai bagian dari suatu system dengan sifat-sifat macroscopic homogeneous yang dipisahkan dari bagian lain oleh lapisan fasa. Suatu system dikatakan setimbang bila tidak ada perubahan yang terjadi pada kondisi eksternal. Semua perpindahan zat dan energy melalui lapisan reversible phase. Fasa dari suatu campuran heteregenous dikatakan setimbang bila tidak ada perbedaan tekanan maupun temperature.

b.      Skema gambar dari fasa kesetimbangan
     Fasa kesetimbangan biasanya sifat-sifat dari komposisi fasa kesetimbangan oleh sejumlah zat ( fraksi mol ) dengan titik didih yang rendah. Pada waktu ti, nilai Xi, Yi, Ti dan Pi berubah diperoleh, tergantung kesetimbangan.
Xi =
Yi =
c.       Percobaan penentuan data kesetimbangan
       Bila suatu campuran bersifat ideal , Yi bisa dihitung jika kurva tekanan uap komponen murni Xi diketahui.
Penggunaan hokum Raoult untuk campuran gas ideal adalah :
P1 = P1,0 x X1                                                    ( 1 )
P2 = P2,0 x X2                                                    ( 2 )
P1, P2 = tekanan partial
P1,0, P2,0 = tekanan uap saturasi
X1, X2 = fraksi mole dari liquid

Dengan menggunakan hokum Dalton
P tot = P1 + P2                                                    ( 3 )

Subtitusi persamaan 1 dan 2 kedalam persamaan 3
P tot = P1,0 x X1 + P2,0 x  ( 1 – X1 )                 ( 4 )
P tot = ( P10 – P2,0 ) x X1 + P2,0                       ( 5 )

Susun kembali persamaan 4, maka diperoleh
X1 =                                                        ( 6 )
Dengan mengambil tekanan partiel P1,0 dalam perhitungan didapatkan Y1 :
Y1 =  
Untuk menghitung tekanan uap P1,0 menggunakan persamaan Clausius-Clapeyron selanjutnya diintegrasikan pada kondisi tertentu :
  =  


IV.            Prosedur Kerja
A.    Kurva Baku
Ø  Membuat campuran etanol – air seperti yang ditampilkan pada table 1, kedalam tabung reaksi
Ø  Menghitung fraksi volume etanol
Ø  Mengukur indeks bias masing-masing campuran menggunakan refraktometer

B.     Kurva Kesetimbangan
Contoh perhitungan :
Ø  Menyiapkan 10 g etanol dan 3,942 g air, sehingga diperoleh fraksi mol X1 = X2 = 0.5
Ø  Menghitung volume air ( V1 ) dan volume etanol ( V2 ) sebagai berikut :
Ø  V1 = 3.942 g : 0.998 g/ml  = 3.950ml
Ø  V2 = 10 g : ).79 g/ml = 12.658 ml
Ø  Volume total = 16.608 ml
Ø  Menghitung harga K dengan cara volume bejana 500 ml sebagai volume total 16.608 ml, maka didapat harga K = 500 : 16.608 = 30.105973
Ø  Mengisi peralatan dengan volume masing-masing :
Ø  V.air = V1 x K = 3.950 x 30.105973 = 118.918 ml
Ø  V.etanol = V2 x K = 12.658 x 30.105973 = 381.082 ml
Ø  Diperoleh fraksi mol X1 = X2 = 0.5, dengan cara mencampurkan 381.082 ml etanol dengan 118.918 ml air kedalam bejana.

Langkah Percobaan :
Ø  Mengisi bejana dengan campuran air dan etanol ( binary mixture ) sampai memenuhi tabung ( kira-kira 175 ml ).
Ø  Menghidupkan cooler, atau temperature cooler pada 20 oC.
Ø  Menyalakan computer dan CASSY board.
Ø  Memanggil program CASSY dengan double klik pada icon CASSY LAB pada desktop computer.
Ø  Mengaktifkan CASSY dengan menekan tombol F5 atau mengklik icon TOOL pada program CASSY.
Ø  Membuka program REKTIFICATION dengan menekan tombol F3 atau icon.
Ø  CASSY akan membaca temperature T1 (əB22), T2(əB21), T3(əA22), T4(əA21), T5(əB12), T6(əB11), T7(əA12), T8(əA11).
Ø  Menyalakan pemanas pada bejana leher 4 pada skala 10 dan setting 111. Isopad pada pemanas deprogram untuk bekerja selama 3 jam ( pada program S1 = t > 0 dan t < 3:00:00 ).
Ø  Menyetart percobaan dengan menekan tombol F9 atau icon clock sekaligus mencatat perubahan suhu selama proses.
Ø  Mengamati proses rectification pada semua kolom fraksionasi.
Ø  Mengambil hasil rektifikasi dengan menggunakan syringe pada kepala tutup merah untuk setiap perubahan suhu. Mengukur indeks bias menurut table 2.
Ø  Rektifikasi dianggap selesai bila tidak ada perubahan gas dan cair pada semua kolom rektifikasi.
Ø  Menyimpan hasil percobaan dengan menekan tombol F2 atau icon dengan menggunakan nama file yang berbeda.
Ø  Mengeprint hasil percobaan.
Ø  Mematikan pemanas bila percobaan sudah selesai, lalu menjauhkan pemanas dari bejana.
Ø  Mematikan cooler setelah 15 menit pemanas dimatikan, dan seluruh peralatan.
V.            Data Pengamatan
% Volume Etanol
Volume ( 3 ml )
Indeks Bias
Fraksi Mol
Etanol ( ml )
Air ( ml )
0
0
3
1,33
0
10
0,31
2,69
1,345
0,0344
20
0,625
2,375
1,346
0,0752
30
0,9375
2,0625
1,354
0,1232
40
1,25
1,75
1,355
0,1809
50
1,5625
1,4375
1,357
0,2515
60
1,875
1,125
1,358
0,3400
70
2,1875
0,8125
1,3585
0,4542
80
2,5
0,5
1,359
0,6071
90
2,8125
0,1875
1,3595
0,8226
96
3
0
1,365
1

Tahap
Waktu ( menit )
15
30
45
60
1
1,349
1,335
1,335
1,336
2
1,348
1,337
1,336
1,334
3
1,345
1,336
1,334
1,333
4
1,343
1,337
1,335
1,333
5
1,342
1,333
1,333
1,331
6
1,339
1,331
1,330
1,319










VI.            Perhitungan
a.       Menghitung  volume etanol dan volume air dalam bejana
Dik :
V bejana         
V total            
Vair                
V etanol         

K                    
                        =

Vol Air           
                        =
                        =

Vol Etanol      
                        =
                        =


b.      Menghitung Fraksi Mol ( % )
% =
Dik :
BM etanol   = 46 gr/mol
BM air        = 13 gr/mol
ρ etanol       = 0,79 gr/ml
ρ air            = 1 gr/ml



Ø  Volume etanol 10 %
V etanol = 0,31 ml
V air = 2,69 ml
%         =
%         =  
                        =
                        = 0,0343991
Ø  Volume etanol 20 %
V etanol = 0,625 ml
V air = 2,375 ml
%         =
%         =  
                        =
                        = 0,07520
Ø  Volume etanol 30 %
V etanol = 0,9365 ml
V air = 2,0625 ml
%         =
%         =  
                        =
                        = 0,12320
Ø  Volume etanol 40 %
V etanol = 1,25 ml
V air = 1,75 ml
%         =
%         =  
                        =
                        = 0,180819
Ø  Volume etanol 50 %
V etanol = 1,5625 ml
V air = 1,4375 ml
%         =
%         =  
                        =
                        = 0,25147

Ø  Volume etanol 60 %
V etanol = 1,875 ml
V air = 1,125 ml
%         =
%         =  
                        =
                        = 0,3400
Ø  Volume etanol 70 %
V etanol = 2,1875 ml
V air = 0,8125 ml
%         =
%         =  
                        =
                        = 0,45422
Ø  Volume etanol 80 %
V etanol = 2,5 ml
V air = 0,5 ml
%         =
%         =  
                        =
                        = 0,60711
Ø  Volume etanol 90 %
V etanol = 2,8125 ml
V air = 0,1875 ml
%         =
%         =  
                        =
                        = 0,82259
Ø  Volume etanol 96 %
V etanol = 3 ml
V air = 0 ml
%         =
%         =  
                        = 
                        = 1

c.       Menghitung nilai y (fraksi mol) untuk grafik ke-2
1.      Waktu 15 menit
·         1,349
y                  = 0,022x + 1,345
1,349          = 0,022x + 1,345
y                  =
                    = 0,1818
·         1,348
y                  = 0,022x + 1,345
1,348          = 0,022x + 1,345
y                  =
                    = 0,1363
·         1,345
y                  = 0,022x + 1,345
1,345          = 0,022x + 1,345
y                  =
                    = 0
·         1,343
y                  = 0,022x + 1,345
1,343          = 0,022x + 1,345
y                  =
                    = -0,09


·         1,342
y                  = 0,022x + 1,345
1,342          = 0,022x + 1,345
y                  =
                    = -0,2363
·         1,339
y                  = 0,022x + 1,345
1,339          = 0,022x + 1,345
y                  =
                    = -0,2727
2.      Waktu 30 menit
·         1,335
y                  = 0,022x + 1,345
1,335          = 0,022x + 1,345
      y                  =
                          = -0,4545
·         1,336
y                            = 0,022x + 1,345
1,336         = 0,022x + 1,345
y                            =
                               = -0,4090
·         1,333
y                            = 0,022x + 1,345
1,337         = 0,022x + 1,345
y                            =
                              = -0,5454
·         1,337
y                            = 0,022x + 1,345
1,337         = 0,022x + 1,345
y                            =
                               = -0,3636
·         1,331
y                = 0,022x + 1,345
1,331         = 0,022x + 1,345
y                =
                   = -0,6363

3.      Waktu 45 menit
·         1,335
y               = 0,022x + 1,345
1,335       = 0,022x + 1,345
y               =
                 = -0,4545
·         1,336
y               = 0,022x + 1,345
1,336       = 0,022x + 1,345
y               =
                 = -0,4090
·         1,334
y               = 0,022x + 1,345
1,334       = 0,022x + 1,345
y               =
                 = -0,5
·         1,335
y               = 0,022x + 1,345
1,335       = 0,022x + 1,345
y               =
                 = -0,4545
·         1,333
y               = 0,022x + 1,345
1,333       = 0,022x + 1,345
y               =
                 = -0,5454
·         1,330
y               = 0,022x + 1,345
1,330       = 0,022x + 1,345
y               =
                 = -0,6818
4.      Waktu 60 menit
·         1,336
y               = 0,022x + 1,345
1,336       = 0,022x + 1,345
y               =
                 = -0,4090
·         1,334
y               = 0,022x + 1,345
1,334       = 0,022x + 1,345
y               =
                 = -0,5
·         1,333
y               = 0,022x + 1,345
1,333       = 0,022x + 1,345
y               =
                 = -0,5454
·         1,333
y               = 0,022x + 1,345
1,333       = 0,022x + 1,345
y               =
                 = -0,5454
·         1,331
y               = 0,022x + 1,345
1,331       = 0,022x + 1,345
y               =
                 = -0,6363
·         1,319
y               = 0,022x + 1,345
1,319       = 0,022x + 1,345
y               =
                 = -1,1818

Tahap
Waktu (menit)
15
30
45
60
1
0,1818
-0,4545
-0,4545
-0,4090
2
0,1363
-0,3636
-0,4090
-0,5
3
0
-0,4090
-0,5
-0,5454
4
-0,09
-0,3636
-0,4545
-0,5454
5
-0,1363
-0,5454
-0,4545
-0,6363
6
-0,2727
-0,6363
-0,6818
-1,1818

VII.            Analisa percobaan
            Setelah melakukan percobaan ini yaitu mengenai rektifikasi dapat dianalisa bahwa rektifikasi adalah suatu proses pemisahan suatu komponen dari suatu campuran yang mudah menguap berdasarkan titik didihnya. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah etanol dan air. Pada prinsipnya rektifikasi sama seperti distilasi hanya saja pada rektifikasi ini menggunakan kolom bertingkat, panas keluar dari refluks dan kondensasi ditampung.
            Pada pratikum kali ini menggunakan program CASSY LAB, dimana CASSY LAB merupakan suatu program yang dihubungkan dengan alat rektifikasi. Sehingga program ini dapat mengontrol dan mencatat suhu pada saat prosesnya berlangsung. Sebelum mendapatkan kurva kesetimbangan, terlebih dahulu membuat kurva baku yaitu fraksi volume etanol terhadap indeks bias. Dimana, dari masing-masing campuran yang dibuat indeks biasnya diukur dengan menggunakan refraktometer. Dimana, indeks bias itu sendiri merupakan percepatan cahaya dalam zat tersebut.
            Dari hasil percobaan dan kurva baku dapat dilihat bahwa indeks bias berbanding lurus dengan fraksi etanol. Semakin besar indeks bias dari campuran maka semakin besar pula fraksi mol etanolnya.
            Kurva bagian atas grafik menunjukkan bahan berada dalam fasa uap sedangkan diruang bagian bawah menunjukkan bahwa berada dalam fasa cair dan diantara kedua kuva tersebut, bahan berada dalam fasa campuran.

VIII.            Kesimpulan
     Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
Ø  Rektifikasi adalah proses pemisahan suatu komponen dari suatu campuran yang mudah menguap. Panas keluar dari refluks dan kondensat di tamping.
Ø  Prinsip kerja dari rektifikasi sama seperti distilasi, hanya saja pada rektifikasi menggunakan kolom bertingkat.
Ø  Indeks bias adalah perbandingan kecepatan cahaya dalam hampa udara terhadap kecepatan cahaya dalam zat tersebut.
Ø  Fasa kesetimbangan adalah suatu keadaan dimana suatu zat memiliki komposisi yang pasti pada kedua fasanya pada suhu dan tekanan tertentu.
Ø  Semakin besar % volume etanol, maka semakain besar nilai indeks bias dan fraksi molnya.
Ø  Dari hasil percobaan indeks biasnya sebanding dengan fraksi etanol, semakin besar indeks bias dari campuran maka semakin  besar pula fraksi mol etanolnya.




















Daftar Pustaka

Ridwan ,KA.dkk.2012.Penuntun Pratikum Hidrokarbon.Palembang:Teknik Kimia.Politeknik       Negeri Sriwijaya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar