Selasa, 18 September 2012

makalah limbah restoran


BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Di Indonesia sekarang ini, banyak sekali terdapat restoran makanan yang menyajikan berbagai macam makanan. Akan tetapi, semakin banyaknya restoran yang ada di Indonesia. Semakin besar pula limbah yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan, restoran yang ada di Indonesia menghasilkan limbah yang cukup banyak.
Bagi restoran, sisa makanan merupakan limbah yang memusingkan. Sampah yang umumnya berasal dari dapur, seperti bagian dari sayuran yang tidak termasak, minyak bekas menggoreng, atau sisa-sisa makanan yang tidak habis disantap tamu, merupakan bagian yang terkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Secara umum, yang disebut limbah adalah bahan sisa atau buangan yang dihasilkan oleh suatu proses produksi, baik skala rumah tangga maupun industri dimana kehadirannya tidak dikehendaki karena tidak memiliki nilai ekonomis. Apabila limbah ini dibuang ke lingkungan, dapat menimbulkan dampak negatif di saat mencapai jumlah atau konsentrasi tertentu.
Limbah restoran ini hanya dibiarkan atau dibuang saja di penampungan limbah dan tidak diolah kembali, yang kemudian menyebabkan membusuk dan mencemari lingkungan. Tentu saja hal ini dapat merugikan warga atau masyarakat di sekitarnya.
Sebaiknya, limbah restoran ini harus ditangani dengan baik. Karena dapat menyebabkan lingkungan kita tercemar.
Berdasarkan jenis senyawa, limbah khususnya limbah yang dihasilkan restoran dibedakan menjadi:
-          Limbah organik cepat busuk
-          Limbah anorganik
-          Limbah cair
-          Limbah minyak


 Adapun pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:
-          pengolahan menurut tingkatan perlakuan
-          pengolahan menurut karakteristik limbah

B.     Tujuan

-          Dapat mengetahui pengertian limbah Restoran
-          Dapat mengetahui macam-macam limbah Restoran
-          Dapat mengetahui cara penanganan limbah Restoran

C.    Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan limbah Restoran ?
2.      Sebutkan macam-macam limbah Restoran ?
3.      Jelaskan cara penanganan limbah Restoran ?






















BAB II

ISI


A.    Tinjauan Pustaka

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). 
Limbah Restoran adalah buangan atau sisa-sisa yang dihasilkan oleh restoran yang dapat berupa sisa-sisa makanan ataupun minuman.
Adapun karakteristik limbah antara lain :
-          Berukuran mikro
-          Dinamis
-          Berdampak luas (penyebarannya)
-          Berdampak jangka panjang (antar generasi)
Berdasarkan macam-macam limbah dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu:
-          Limbah cair biasanya dikenal sebagai entitas pencemar air. Komponen pencemaran air pada umumnya terdiri dari bahan buangan padat, bahan buangan organik dan bahan buangan anorganik
-          Limbah padat
-          Limbah gas dan partikel





Cara Pengolahan Limbah.
1)      Sampah Organik
a. Makanan Ternak
Di beberapa negara, sampah organik yang berasal dari restoran biasanya dikumpulkan oleh peternak dan digunakan sebagai makanan binatang ternak, misalnya babi, unggas.
Di Indonesia, sampah organik dari pasar yang berupa sayur-sayuran (kobis, slada air, sawi), daun pisang, dan sisa makanan biasanya diambil untuk makanan kelinci, kambing, dan juga ayam atau itik. Hal ini sangat bermanfaat sebab selain mengurangi jumlah sampah juga mengurangi biaya peternakan. Namun, sampah organik ini harus dibersihkan dan dipilah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi oleh ternak. Sebab akan bermasalah jika sampah organik tadi bercampur dengan sampah-sampah yang mengandung logam-logam berat yang dapat terakumulasi di dalam tubuh ternak tersebut.
b. Komposting
Pengkomposan merupakan upaya pengolahan sampah, segaligus usaha mendapatkan bahan-bahan kompos yang sangat menyuburkan tanah. Sistem ini mempunyai prinsip dasar mengurangi atau mendegradasi bahan-bahan organik secara terkontrol menjadi bahan-bahan anorganik dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme. Mikroorganisme yang berperan dalam pengolahan ini dapat berupa bakteri, jamur, khamir, juga insekta dan cacing. Agar pertumbuhan mikroorganisme optimum, maka diperlukan beberapa kondisi, diantaranya campuran yang seimbang dari berbagai komponen karbon dan nitrogen, suhu, kelembaban udara (tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering), dan cukup kandungan oksigen (aerasi baik).
Sistem pengkomposan ini mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:
·         Merupakan jenis pupuk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan.
·         Bahan yang dipakai tersedia, tidak perlu membeli.
·         Masyarakat dapat membuatnya sendiri, tidak memerlukan peralatan dan instalasi yang mahal.
·         Unsur hara dalam pupuk kompos ini bertahan lama jika dibanding dengan pupuk buatan.

c. Biogas
Para petani selalu mencari jalan untuk meningkatkan taraf hidupnya. salah satu cara peningkatan taraf hidup ialah dengan cara membuat bahan bakar untuk memasak. Dewasa ini banyak petani membuat bahan bakar biogas berskala kecil di rumah. Biogas adalah gas-gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik atau campuran dari keduanya. secara garis besar, biogas dapat dibuat dengan cara mencapur sampah-sampah organik dengan air kemudian dimasukkan ke dalam tempat yang kedap udara. Selanjutnya dibiarkan selama kurang lebih 2 (dua) minggu.
Sampah yang dibuat biogas ini mempunyai kelebihan antara lain:
- Mengurangi jumlah sampah.
- Menghemat energi dan merupakan sumber energi yang tidak merusak lingkungan.
- Nyala api bahan bakar biogas ini terang/bersih, tidak berasap seperti arang kayu atau kayu bakar. Dengan menggunakan biogas, dapur serta makanan tetap bersih.
- Residu dari biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk kandang.
2) Sampah Anorganik
Sampah anorganik seperti botol, kertas, plastik dan kaleng, sebelum dibuang ke TPA sebaiknya dipilah terlebih dahulu. Karena dari jenis sampah ini masih ada kemungkinan untuk dimanfaatkan ulang maupun untuk didaur ulang.
a. Dijual ke Pasar Loak/Dirombeng untuk Bahan Baku
Sisi lain dari pemanfaatan sampah anorganik, seperti kertas bekas, koran bekas, majalah bekas, botol bekas, ban nekas, radio tua, TV tua, dan sepeda usang, adalah dijual ke pasar loak. Atau jika enggan pergi ke pasar loak, juga dapat memanggil tukan loak yang biasa membeli barang-barang bekas ke rumah-rumah. Cara lain dapat juga di jual ke tetangga ataupun teman. Dengan demikian, sudah ada usaha mengurangi jumlah sampah yang ada. Cobalah untuk mengumpulkan barang-barang bekas kemudian dijual, pendapatan rumah tangga akan bertambah.
b. Daur Ulang
Berbicara mengenai proses daur ulang, ada baiknya apabila mengetahui jenis sampah yang dapat didaur ulang.
Sampah-sampah yang dapat di daur ulang, antara lain:
- Sampah plastik.
- Sampah logam
- Sampah kertas
- Sampah kaca.
c. Sanitary Landfill
Ini merupakan salah satu metode pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik. Sampah dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Kemudian sampah dipadatkan dengan traktor dan selanjutnya ditutup tanah. Cara ini akan menghilangkan polusi udara. Pada bagian dasar tempat sampah tersebut dilengkapi dengan sistem saluran leachate yang berfungsi sebagai saluran limbah cair sampah yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai atau ke lingkungan. Di sanitary landfill tersebut juga dipasang pipa gas untuk mengalirkan gas hasil aktivitas penguraian sampah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sanitary landfill, yaitu :
- Semua lanfill adalah warisan bagi generasi mendatang.
- Memerlukan lahan yang luas.
- Penyediaan dan pemilihan lokasi pembuangan harus memperhatikan dampak lingkungan.
- Aspek sosial harus mendapat perhatian.
- Harus dipersiapkan instalasi drainase dan sistem pengumpulan gas.
- Kebocoran ke dalam sumber air tidak dapat ditolerir (kontaminasi dengan zat-zat beracun)
- Memerlukan pemantauan yang terus menerus.
d. Pembakaran
Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan usaha keras. Cara ini bisa dilakukan dengan cara membakar limbah-limbah padat misalnya kertas-kertas dengan menggunakan minyak tanah lalu dinyalakan apinya. Sampah padat dibakar di dalam insinerator. Hasil pembakaran adalah gas dan residu pembakaran. Penurunan volume sampah padat hasil pembakaran dapat mencapai 70%. Cara ini lebih relatif mahal dibanding dengan sanitary lanfill, yaitu sekitar 3 x lipatnya.

Kelebihan sistem pembakaran ini adalah :
- Mudah dan tidak membutuhkan usaha keras
- Membutuhkan tempat atau lokasi yang cukup kecil dibanding sanitary landfill.
- Membutuhkan lahan yang relatif kecil
- Dapat dibangun di dekat lokasi industri.
- Residu hasil pembakaran relatif stabil dan hampir semuanya bersifat anorganik.
- Dapat digunakan sebagai sumber energi, baik untuk pembangkit uap, air panas, listrik, dan pencairan logam. Description: Cara Pengolahan Limbah. Rating: 5 Reviewer: Satriyo Arif Wicaksono ItemReviewed: Cara Pengolahan Limbah.

B.     Tinjauan Teori


1. Pengertian

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).  Sedangkan pengertian dari limbah Restoran adalah buangan atau sisa-sisa yang dihasilkan oleh restoran yang dapat berupa sisa-sisa makanan ataupun minuman.
Limbah selalu jadi masalah yang serius. Jika tidak ditangani dengan tepat, lingkungan yang dapat tercemar.
Bagi restoran, sisa makanan merupakan limbah yang memusingkan. Sampah yang umumnya berasal dari dapur, seperti bagian dari sayuran yang tidak termasak, minyak bekas menggoreng, atau sisa-sisa makanan yang tidak habis disantap tamu, merupakan bagian yang terkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Secara umum, yang disebut limbah adalah bahan sisa atau buangan yang dihasilkan oleh suatu proses produksi, baik skala rumah tangga maupun industri dimana kehadirannya tidak dikehendaki karena tidak memiliki nilai ekonomis. Apabila limbah ini dibuang ke lingkungan, dapat menimbulkan dampak negatif di saat mencapai jumlah atau konsentrasi tertentu.

2. Macam-macam limbah Restoran

Berdasarkan jenis senyawa, limbah khususnya limbah yang dihasilkan restoran dibedakan menjadi:
1.      Limbah organik cepat busuk
Yaitu limbah padat semi basah yang mudah busuk atau terurai oleh mikroorganisme seperti sisa makanan, sampah sayuran, kulit buah-buahan, daun- daunan, dan lain-lain. Permasalahan: Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan subur pada limbah organik sehingga limbah dapat menjadi sumber penyakit jika mikroorganisme yang berkembang biak merupakan patogen atau penyebab penyakit. Selain itu pembusukan limbah organik oleh mikroorganisme sebagian besar adalah berupa gas metana (CH4) yang dapat menimbulkan permasalahan pada lingkungan.
Penanganan: Sebagai komponen utama gas alam, metana adalah sumber bahan bakar. Limbah organik juga bisa dimanfaatkan kembali menjadi kompos untuk pupuk/penyubur tanaman dan pakan ternak.
2.      Limbah anorganik
Merupakan limbah yang berasal dari makhluk tidak hidup yang sifatnya tidak mudah busuk seperti kertas, plastik, dan bahan-bahan sintetis/buatan. Contohnya: sampah kemasan bahan pangan. Permasalahan: Limbah anorganik sulit diurai oleh mikroorganisme sebab unsur karbonnya membentuk rantai kimia yang kompleks dan panjang. Limbah yang sulit terurai ini, berpengaruh pada kemampuan tanah menyerap air.
Penanganan: Kurangi penggunaan kemasan plastik, karena lama hancurnya antara 50-80 tahun. Sedangkan styrofoam, tidak hancur sama sekali.
3.      Limbah cair
Yaitu limbah cair hasil buangan dari cucian piring (air deterjen). Permasalahan: Limbah sisa deterjen yang bermuara di sungai, membuat air sungai tercemar. Warnanya menjadi cokelat dan mengeluarkan bau busuk. Sisa deterjen juga membuat fitoplankton dan mikroorganisme tumbuh subur di air. Banyaknya kedua makhluk tersebut membuat kandungan oksigen di dalam air sungai berkurang. Pada akhirnya, makhluk hidup air seperti ikan tidak akan bisa bertahan hidup.
Penanganan: sus yang dapat menetralisasi kandungan detergen dan juga menangkap lemak. Atau cara yang paling sederhana, dengan menanami selokan dengan tanaman air yang bisa menyerap zat pencemar. Tanaman yang bisa digunakan, antara lain jaringao, Pontederia cordata (bunga ungu), lidi air, futoy ruas, Thypa angustifolia (bunga coklat), melati air, dan lili air. Cara ini sangat mudah, tapi hanya bisa menyerap sedikit zat pencemar dan tak bisa menyaring lemak dan sampah hasil dapur yang ikut terbuang ke selokan.

4.         Limbah minyak
Limbah cairan yang tidak larut dalam air, seperti minyak jelantah sisa menggoreng.
Permasalahan : Hindari membuang limbah ke saluran drainase, karena ujung-ujungnya akan berkumpul di saluran air terdekat, sungai, dan laut. Sisa-sisa minyak ini akan terdegradasi di dalam air. Dampaknya, akan membuat oksigen dalam air terkuras. Zat-zat polutan yang terkandung di dalam limbah juga bisa menjadi sumber penyakit, seperti kolera, disentri, dan berbagai penyakit lain. Penanganan: Buat instalasi pengolahan air buangan yang terencana atau biasa disebut sebagai sistem pengolahan air limbah (SPAL) agar tidak merusak lingkungan.
Contoh skema Limbah pada Restoran

3. Cara Penanggulanagan Limbah Restoran

Berikut adalah beberapa saran untuk mengurangi limbah hulu, langsung dan hilir
•   Bicara ke pemasok Anda tentang penggunaan kemasan dapat digunakan kembali. Katakan kepada mereka Anda akan memilih untuk menerima item seperti penjepit baru, misalnya, dalam sebuah peti susu daripada kotak kardus. Lebih kecil, petani dan pemasok lokal seringkali lebih tertarik dan terstruktur untuk bekerja dengan kemasan dapat digunakan kembali untuk kemasan makanan dibandingkan dengan distributor besar.
•   Mengembangkan kompos Program
•   Mengembangkan program daur ulang yang komprehensif jika tidak ada satu sudah di tempat
•   Panggil sekitar dan menemukan daur ulang atau penggunaan kembali pilihan untuk item lain-lain
•   Botol dan kaleng tidak satu-satunya hal yang dapat didaur ulang. Panci hotel tua retak, penjepit rusak dan membuat sesuatu dari logam setidaknya 75% biasanya dapat diletakkan di tempat sampah daur ulang logam. Hubungi pendaur ulang lokal Anda untuk mengkonfirmasi bahwa mereka dapat menerima item ini.
•   Gunakan produk kompos untuk item yang biasanya dibuang di-rumah seperti sedotan, aduk tongkat dan tusuk sate minuman, maka kompos mereka
•   Cari produk yang datang dalam kemasan kurang, dan kemasan juga lebih didaur ulang
•   Gunakan pilihan dapat digunakan kembali dengan segala sesuatu mungkin. Kopi filter, cangkir kopi, tatakan gelas minum, dan sebagainya
•   Ganti bir botol dengan bir tong dan soda botolan atau kalengan dengan tas-in-kotak sirup atau 5 galon pra-campuran tong soda. Kebanyakan orang akan mengatakan premix yang rasanya lebih enak, tetapi mereka semakin sulit untuk menemukan.
•   Mengembangkan hubungan dengan sumbangan makanan program di daerah Anda
•   Menyumbangkan peralatan makan tua, peralatan dapur dan peralatan untuk dapur gereja, sekolah atau sup
•   Membeli dalam jumlah besar - sementara ini adalah operasi standar untuk fasilitas jasa makanan yang paling, pertimbangkan semua produk biasanya tidak diperhitungkan untuk pembelian massal seperti alkohol dan anggur memasak.
•   Hentikan penggunaan dari setiap non-esensial produk seperti alas piring dari kertas, tusuk gigi berenda dan praktek seperti meletakkan dua sedotan di koktail
•   Memiliki staf mendistribusikan barang-barang sekali pakai seperti popok dan garpu plastik bukan menempatkan mereka dalam melayani diri stasiun.
•   Gunakan serbet dispenser yang mengeluarkan serbet satu per satu
•   Investasi di meja kayu bagus daripada menggunakan linen atau penutup meja lainnya. Ini biaya dimuka kecil menyimpan ribuan dolar dalam layanan linen setiap tahun.
•   Membeli bahan kimia pembersih dalam bentuk terkonsentrasi dan mengurangi jumlah bahan kimia di situs dengan menggunakan multi-tujuan pembersih
•   Apakah karyawan menggunakan gelas minuman dapat digunakan kembali untuk mereka sendiri
•   Menawarkan diskon untuk pelanggan yang membawa cangkir kopi dapat digunakan kembali
•   Jika berlaku, mengenakan biaya deposit dan memungkinkan pekerja tetangga untuk mengambil piring dan peralatan kembali ke kantor mereka
•   Mengurangi jumlah kemasan bungkus makanan yang berlebihan - sandwich yang dibungkus kertas di dalam kantong kertas bekerja sama dengan baik sampai 80-an, dapat bekerja lagi
•   Dalam operasi servis cepat mana pelanggan membuang sampah, membuat jelas, mudah dimengerti label pada setiap bin untuk "botol", "kaleng", "piring dan perak" dan "sampah saja." Karena beberapa orang melihat segala sesuatu sebagai sampah - bahkan perak dapat digunakan kembali Anda, label mungkin perlu lebih spesifik untuk mengidentifikasi limbah seperti "cangkir kertas dan pembungkus saja." Juga, membuat sampah dapat membuka kecil sehingga tamu tidak hanya membuang seluruh isi mereka dalam sampah. Lebih baik lagi, gunakan bak bus untuk sampah sehingga staf dapat menghapus perak atau daur ulang dibuang ke dalam wadah "sampah saja".
BSL-Dom Skala Menengah
Untuk limbah Restoran skala kecil yang mengandung minyak/lemak, prinsip kerjanya yaitu :
-          dari bak kolektor air limbah dialirkan ke Bak Pengurai
-          Minyak/lemak, ditambah dengan bakteri pengurai minyak/lemak Biosel-201.
-          Kemudian air limbah masuk ke proses anaerobik, AMBR, Bak kontrol dan Badan air/sungai.

Bagan alir IPAL Restoran skala kecil yang mengandung minyak/lemak
Dari hasil penelitian ini Badan Litbang Pertanian menyimpulkan limbah restoran dapat digunakan sebagai campuran ransum ayam buras hingga 75 persen. Bila peternak menggunakan limbah restoran untuk ransum pakan ayamnya antara 50 sampai 75 persen maka peternak bisa menekan biaya produksi 23,42 persen sampai 35,13 persen.
Limbah restoran bisa diperoleh dari rumah makan, warung tegal (WARTEG) dan kantin pabrik perkantoran atau hotel. Selama ini limbah restoran belum banyak dimanfaatkan.
Berdasarkan hasil analisis laboratorium, kandungan gizi limbah restoran tersebut adalah: Protein : 10.89%; Kalsium : 0.08%; Phosfor : 0.39%; Serat Kasar : 9.13%; Lemak : 9.70%; dan Energi Metabolis : 1.780 kkal/kg.
Cara Pemberian
Cara pemberian pakan dari limbah restoran tersebut menurut Muflihani Yanis dkk dari Badan Litbang Pertanian, pertama limbah restoran kering yang sudah digiling dicampur dengan pakan campuran. Kedua, pakan campuran terdiri dari 33% jagung, 33% dedak, 33% pakan komersil (broiler finisher) ditambah dengan 0.20% Starbio, 1% vitamin dan mineral. Ketiga, pemberian pakan pada ayam adalah dengan mengaduk rata limbah restoran dan pakan campuran dengan perbandingan 50%:50% atau 25%:75%.
Mengeringkan Limbah Restoran
Cara pengolahan limbah restoran untuk pakan ayam buras adalah sebagai berikut:
1.  Kumpulkan limbah restoran setiap hari dan letakkan dalam satu wadah.
2. Pisahkan sampah seperti: tusuk gigi, plastik-plastik pembungkus makanan dari limbah tersebut.
3. Limbah yang sudah terkumpul, kemudian dikeringkan melalui salah satu cara berikut:
-  Dijemur dibawah terik sinar matahari selama kurang lebih 2 hari atau
- Dengan menggunakan oven sampai kadar airnya mencapai kira-kira 10%.
4. Giling limbah kering tersebut sampai halus sesuai ukuran yang dibutuhkan, sehingga limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai campuran ransum ayam buras.
Berdasarkan hasil analisis laboratorium, kandungan gizi limbah restoran adalah :
-          Protein : 10,89%
-          Kalsium : 0,08%
-          Phosfor : 0,39%
-          Serat Kasar : 9,13%
-          Lemak : 9,70%
-          Energi Metabolis: 1.780 kkal/kg

Cara pemberian pakan dari limbah restoran adalah sebagai berikut:
1. Limbah restoran keying yang sudah digiling dicampur dengan pakan campuran.
2. Pakan campuran terdiri dari 33% jagung, 33% dedak, 33% pakan komersil      (broiler finisher) ditambah dengan 0.20% Starbio, I % vitamin dan mineral.

3. Pemberian pakan pada ayam adalah dengan mengaduk rata limbah restoran dan
pakan campuran dengan perbandingan 50%:50% atau 25%:75%.



BAB III

PENUTUP


A.    Kesimpulan

Bagi restoran, sisa makanan merupakan limbah yang memusingkan. Sampah yang umumnya berasal dari dapur, seperti bagian dari sayuran yang tidak termasak, minyak bekas menggoreng, atau sisa-sisa makanan yang tidak habis disantap tamu, merupakan bagian yang terkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Secara umum, yang disebut limbah adalah bahan sisa atau buangan yang dihasilkan oleh suatu proses produksi, baik skala rumah tangga maupun industri dimana kehadirannya tidak dikehendaki karena tidak memiliki nilai ekonomis. Apabila limbah ini dibuang ke lingkungan, dapat menimbulkan dampak negatif di saat mencapai jumlah atau konsentrasi tertentu.
Dan dapat disimpulkan, limbah Restoran adalah buangan atau sisa-sisa yang dihasilkan oleh restoran yang dapat berupa sisa-sisa makanan ataupun minuman.
Berdasarkan jenis senyawa, limbah khususnya limbah yang dihasilkan restoran dibedakan menjadi:
1.      Limbah organik cepat busuk
2.      Limbah anorganik
3.      Limbah cair
4.      Limbah minyak
Adapun penanggulangan limbah restoran masih jarang dilakukan dengan baik oleh pengelola restoran maupun pemerintah yang terkait. Padahal limbah restoran ini dapat merugikan masyarakat sekitanya yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Padahal cara sederhana yang dapat kita gunakan dalam mengelola limbah restoran yaitu dapat digunakan sebagai campuran ransum ayam buras hingga 75 persen. Bila peternak menggunakan limbah restoran untuk ransum pakan ayamnya antara 50 sampai 75 persen maka peternak bisa menekan biaya produksi 23,42 persen sampai 35,13 persen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar